Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Dengan Menggunakan Model Pembelajaran make A Match di SD

Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Dengan Menggunakan Model     Pembelajaran make A Match di SD

 

OLEH

Pintauli Devega Pangaribuan

ABSTRAK

             Di pertemuan I memperoleh observasi sebesar 47.36% adalah rendah, dipertemuan II diperoleh observasi sebesar 57.89%  adalah sedang, di pertemuan III pada siklus ke dua di peroleh hasil observasi guru sebesar 70% adalah tinggi dan pada pertemuan ke IV hasil observasi guru adalah 84.21 % adalah tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil observasi guru dengan menggunakan model pembelajaran make a match. Pada siklus II observasi  penelitian telah mengalami perubahan yang tinggi.Hasil pengamatan  aktivitas siswa menunjukkan siswa telah termotivasi melakukan aktivitas-aktivitas yang terdapat dalam model pembelajaran make a match. Setiap siklus mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu pertemuan I 42.03 % dengan jumlah siswa yang diamati adalah sebanyak 20 orang siswa dengan 20 orang siswa belum di katakan aktif pada siklus I pertemuan I , pertemuan kedua 44.84 % dengan jumlah siswa yang diteliti adalah sebanyak 20 siswa dari 20 siswa tersebut terdapat 3 siswa dikatakan aktif  dan 17 siswa dikatakan tidak aktif, pada pertemuan ketiga meningkat menjadi 61.25 % dengan kriteria cukup dari 20 siswa  terdapat 9 siswa yang aktif dan 11 orang siswa dikatakan tidak aktif, dan pada pertemuan ke empat meningkat kembali menjadi 82.81% dengan criteria baik sekali dari 20 siswa dapat dikatakan seluruh siswa aktif.

Kata kunci : aktivitas, make a match

PENDAHULUAN

Penggunaan model pengajaran yang kurang tepat tersebut menjadi salah satu penyebab siswa cepat bosan saat proses belajar mengajar berlangsung sehingga hasil belajar siswa pun tergolong rendah. Dari pengamatan peneliti di Sekolah Dasar 024762 kelas V yang berjumlah 20 siswa  di Binjai hanya terdapat 5% siswa yang aktif dalam belajar. Aktif disini siswa tidak hanya menjadi pendengar saja tapi mereka mampu bertanya tentang materi yang diajarkan gurunya saat proses pembelajaran IPA berlangsung dan kebanyakan  siswa  lainnya kurang aktif dan lebih banyak pasif dalam belajar, karena guru mengajarkan  IPA dengan  model pembelajaran satu arah yaitu ceramah. Keaktifan atau kegiatan disamakan dengan mennyuruh siswa melakukan sesuatu. Haruslah dipahami, keaktifan atau kegiatan yang dimaksud tentu jika siswalah yang melakukan sesuatu  kearah perkembangan jasmani dan kejiwaan. Supaya siswa dapat mengeksperisikan kemampuannya secara totalitas perlu diberi kesempatan untuk berbuat sendiri melalui membuat skema/gambar, menggambarkan ciri-ciri dari benda-benda konkret, sehingga siswa tidak hanya menggunakan telinga saja tetapi organ mata, tangan, ikut memikirkan , merasakan. Supaya siswa tidak menjadi pasif dalam proses belajar perlu diterapkan model pembelajaran yang pas  diantaranya adalah model pembelajaran Cooperative Learning.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa SD dengan menggunakan model pembelajaran make a match. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi sumbangan pendidikan untuk mengukur keberhasilan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar melalui penelitian tindakan kelas dalam upaya meningkatkan aktivitas belajar pada mata pelajaran IPA. Diedrich dalam Sardiman (2008:101) mengemukakan bahwa jenis-jenis aktivitas siswa dapat digolongkan sebagai berikut : (1).Visual activities, yang termasuk di dalamnya misalnya, membaca, memperhatikan gambar demonstrasi, percobaan, pekerjaan orang lain. (2). Oral activities, seperti: menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interupsi. (3) Listening activities, sebagai contoh  mendengarkan : uraian, percakapan, diskusi, musik, pidato. (4)Writing activities, seperti misalnys menulis cerita karangan, laporan, angket, menyalin (5)Drawing activities, misalnya : menggambar, membuat grafik, peta diagram.(6) Motor activities, yang termasuk di dalamnya antara lain : melakukan percobaan, membuat konstruksi, model mereparasi, bermain, berkebun, beternak.(7)Mental activities, sebagai contoh misalnya: menanggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan, mengambil keputusan.(8)Emotional activities, seperti misalnya: menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang , gugup.

Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Dalam penelitian ini hanya menggunakan I kelas saja dengan menggunakan 2 siklus dan 4 tindakan.

METODE PEMBELAJARAN

Jenis penelitian yang direncanakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui model pembelajaran make a match. Dalam penelitian ini hanya menggunakan I kelas saja.

Yang menjadi subjek ini adalah siswa kelas V SD Negeri 024762 Binjai Timur yang berjumlah  20 siswa. Objek  penelitian ini adalah aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran make a match

Desain penelitian yang dilaksanakan adalah disain yang digambarkan sebagai berikut :

Gambar 1 : Skema Pelaksanaan Tindakan Kelas Model Kemmis dan Mc. Taggar dalam Rosmala Dewi.

 

 

 

 

 

 

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Melalui model pembelajaran make a match pada materi energi dan perubahan terbukti dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan terlaksana secara optimal. Dapat dilihat hasil aktivitas belajar siswa secara klasikal telah mengalami peningkatan, dari siklus I pertemuan I dengan nilai rata-rata 42.03 %dan siklus I pertemuan II dengan nilai rata-rata 44.84 %,  serta peningkatan secara individu berdasarkan persentase setiap indikator aktivitasnya adalah dengan nilai rata-rata 7.50 % pada siklus I pertemuan I dan 20,62% pada siklus I pertemuan 2. Berdasarkan kesimpulan sementara bahwa aktivitas belajar siswa belum meningkatkan sehingga perlu perbaikan dan pengembangan pembelajaran yang lebih jelas dan sistematis pada siklus II.

Ternyata setelah melakukan perbaikan pembelajaran dengan model pembelajaran make a match siswa lebih bersemangat sehingga membuat siswa aktif dalam belajar. Pada tindakan  siklus II, merupakan perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus I dan nilai rata-rata kelas yang diperoleh pada siklus II meningkat dari siklus sebelumnya. Hasil observasi aktivitas belajar pada siklus II pertemuan I dengan nilai rata-rata 61.25 %  dan mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan 2 dengan nilai rata-rata 82.81%. Secara individu juga telah mengalami peningkatan berdasarkan persentase setiap indikator aktivitasnya dengan nilai rata-rata 47,50% pada siklus II pertemuan I dan 86.25% pada siklus II pertemuan 2.

Berdasarkan hasil observasi pada siklus I (pertemuan I dan 2) dan siklus II (pertemuan I dan 2) dapat dilihat peningkatan jumlah siswa yang aktif pada setiap indicator/ aspek, seperti dibawah ini :

 Jumlah Siswa Yang Aktif pada Setiap Aspek Aktivitas Belajar

No

Aktivitas yang diamati

Siklus I

Siklus II

Pertemuan I

Pertemuan II

Pertemuan I

Pertemuan II

F

P

F

P

F

P

F

P

1

Mengajukan pertanyaan

1

5,00%

3

15%

6

30.00 %

19

95.00%

2

Memberikan jawaban

3

15,00 %

2

 10%

8

40.00%

16

80.00%

3

Mengajukan pendapat

0

0%

4

20%

12

60.00%

16

80.00%

4

Mendengarkan

0

0%

6

30%

6

30.00%

20

100%

5

Menulis/mencatat

0

0%

1

5%

5

25.00%

20

100%

6

Melakukan percobaan

1

5.00%

6

30%

12

60.00%

16

80,00%

7

Mengerjakan soal

2

10, 00%

5

25%

13

65.00%

11

55,00%

8

Menaruh minat

5

25,00%

6

30%

14

70,00%

20

100%

Persen rata-rata

7.50 % 20.62 % 47,50% 86.25%

Berdasarkan hasil penelitian, secara klasikal hasil observasi aktivitas belajar siswa dari siklus I (pertemuan I dan 2) serta siklus II (pertemuan I dan 2) dapat dilihat dalam tabel berikut :

Peningkatan Aktivitas Total Dari Semua Aspek

No

Aktivitas yang diamati

Persentase %

Siklus I

Siklus II

Pertemuan I

Pertemuan II

Pertemuan I

Pertemuan II

1

Mengajukan pertanyaan

41.25%

42.50%

55%

88.75%

2

Memberikan jawaban

45%

43.75%

55%

85.00%

3

Mengajukan pendapat

28.75%

42.50%

67.50%

67.50%

4

Mendengarkan

38.75%

52.50%

52.50%

90.00%

5

Menulis/mencatat

37.50%

40%

56.25%

87,50%

6

Melakukan percobaan

51.25%

40%

68.75%

77.50%

7

Mengerjakan soal

43.75%

46.25%

67.50%

67,50%

8

Menaruh minat

50%

56.25%

70%

98.75%

Persen Rata-rata

42.03%

44.84%

61.25%

82.81%

Lebih jelasnya peningkatan aktivitas belajar siswa dapat dilihat dari nilai rata-rata siklus I dan siklus II, seperti gambar dibawah ini:

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan diperoleh beberapa kesimpulan antara lain :

  1. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa  dengan  model pembelajaran make a match  dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi energi dan perubahannya di kelas V SD Negeri 024762 Binja
  2. Dapat dikatakan pengamatan observasi guru mengalami kenaikan secara signifikan dapat diamati dari hasil pengamatan observasi guru mulai dari pertemuan I samapai dengan pertemuan ke IV. Di pertemuan I memperoleh observasi sebesar 47.36% adalah rendah, dipertemuan II diperoleh observasi sebesar 57.89%  adalah sedang, di pertemuan III pada siklus ke dua di peroleh hasil observasi guru sebesar 70% adalah tinggi dan pada pertemuan ke IV hasil observasi guru adalah 84.21 % adalah tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil observasi guru dengan menggunakan model pembelajaran make a match. Pada siklus II observasi  penelitian telah mengalami perubahan yang tinggi.
  3. Hasil pengamatan  aktivitas siswa menunjukkan siswa telah termotivasi melakukan aktivitas-aktivitas yang terdapat dalam model pembelajaran make a match. Setiap siklus mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu pertemuan I 42.03 % , pertemuan kedua 44.84 %, pada pertemuan ketiga meningkat menjadi 61.25 % dengan kriteria cukup, dan pada pertemuan ke empat meningkat kembali menjadi 82.81% dengan criteria baik sekali.
  1. Dengan menerapkan menggunakan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan aktivitas  belajar siswa.

Keunggulan dari model pembelajaran ini adalah:

(a)    Meningkatkan partisipasi (b) Cocok untuk tugas sederhana (c) Lebih banyak kesempatan untuk kontribusi masing-masing anggota kelompok (d) Interaksi lebih mudah (e) Lebih mudah dan cepat membentuknya

Saran

Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan diatas maka disarankan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Bagi siswa,  khususnya siswa kelas V di SD 024762 Binjai diharapkan untuk lebih meningkatkan aktivitas belajarnya selama proses belajar mengajar di kelas, dan disarankan untuk tetap bersemangat dalam belajar.
  2. Bagi guru diharapkan untuk dapat menciptakan kondisi belajar yang kondusif dan menyenangkan bagi siswa dengan melibatkan secara aktif dalam  proses pembelajaran, dan disarankan untuk dapat merancang suatu skenario  pembelajaran yang menarik perhatian siswa untuk aktif dalam belajar salah satunya model pembelajaran make a match.
  3. Bagi pihak sekolah khususnya kepala sekolah diharapkan untuk lebih memberikan perhatian terhadap keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar melalui penyediaan sumber belajar maupun media belajar yang tepat, sehingga guru dapat menjelaskan tugasnya dengan baik.
  4. Bagi institusi maupun lembaga pendidikan termasuk UNIMED, diharapkan untuk memberikan pelatihan-pelatihan bagi calon guru dalam  mendesain model-model pembelajaran yang digunakan dalam selama proses belajar mengajar sehingga relevan dengan materi yang diajarkan, sehingga pada saat terjun ke dunia kerja (menjadi guru). Para mahasiswa sudah memiliki bekal untuk menjadi guru yang berkualitas.

 

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

 

 

 

 

 

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s